Senin, 21 Desember 2015



BAB 1
PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang Masalah
Ikan mudah mengalami pembusukan dan sebagai media mikroba. Maka banyak produk pangan yang curang dengan memanfaatkan bahan-bahan kimia.
Banyak produk pengawet yang digunakan dalam produk makanan, dimana dapat mengganggu
kesehatan tubuh. Sebenarnya Indonesia memiliki banyak kekayaan alam yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah tersebut, seperti buah belimbing wuluh yang memiliki komponen antimicrobial yang tinggi. Buah tersebut dapat diekstraksi menjadi pengawet alami..
Pada era ini banyak sekali pemakaian bahan-bahan non alami pada produk pangan dan itu bisa merusak organ-organ tubuh manusia secara perlahan dalam jangka yang panjang hal itu telah menjadi suatu persoalan penting yang harus dipecahkan dalam mengurangi pemakaian bahan-bahan non alami pada produk pangan. Dalam pemakaian bahan-bahan non alami pada produk pangan memang lebih mudah dan lebih murah untuk digunakan, tetapi dengan memanfaatkan bahan-bahan alami di Negara Indonesia ini yang kaya sumberdaya alamnya akan meningkatkan produktivitas dan kreativitas anak bangsa yang mampu memberikan suatu ilmu bidang sains yang modern dan berteknologi.
Pembuatan alternatif pengawet pada pangan yang selama ini di lakukan tergolong masih bersifat konvensional, Penggunaan bahan Averbi (Averrhoa Bilimbi Linn) ini sangat mudah didapatkan dan merupakan inovasi yang tepat sebagai pengembangan ilmu sains dalam bidang alternatif produk pengawet pangan. Masyarakat yang hidup didaerah perkotaan misalnya belum banyak yang tahu tentang manfaatnya belimbing wuluh sebagai pengawet alami. Pengawet belimbing wuluh dapat dimanfaatkan sebagai pengawet pada konsentrasi atau kadar tertentu.

B.   Pembatasan Masalah
Berdasarkan berbagai masalah yang muncul perlu adanya pembatasan masalah supaya permasalahan tidak dibahas secara meluas.
a)      Objek penelitian adalah ikan bandeng segar (Chanos chanos F. ).
b)      Subjek penelitian adalah ekstrak belimbing wuluh segar (Averrhoa blimbi L.).
c)      Parameter dalam penelitian ini meliputi : tekstur, rasa, warna dan bau ikan.

C.   Rumusan Masalah
1)      Apakah konsentrasi berpengaruh pada parameter ( tekstur, rasa, warna, dan bau ikan ) pengujian belimbing wuluh sebagai pengawet alami?
2)      Berapakah kadar atau konsentrasi perendaman ikan bandeng dengan perendaman ekstrak belimbing wuluh?
3)      Apakah ada pengaruh variasi konsentrasi di setiap pengujian perendaman ekstraksi belimbing wuluh pada ikan bandeng?

D.   Tujuan Penelitian
1)      Untuk mengetahui pengaruh pada parameter pengujian belimbing wuluh sebagai pengawet alami.
2)      Untuk mengetahui kadar atau konsentrasi perendaman ikan bandeng dengan perendaman ekstrak belimbing wuluh.
3)      Untuk mengetahui pengaruh pengaruh pada setiap variasi konsentrasi yang diujikan pada perendaman ekstraksi belimbing wuluh pada ikan bandeng.  

E.   Manfaat Penelitian
1)      Sebagai informasi kepada masyarakat bahwa belimbing wuluh (Averrhoa blimbi L.)  dapat digunakan sebagai pengawet alami khususnya ikan bandeng (Chanos chanos F.)..
2)      Menambah pengetahuan bagi analit bahwa belimbing wuluh sebagai (Averrhoa blimbi L.) dapat digunakan sebagai pengawet alami khususnya ikan bandeng (Chanos chanos F.)..








BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA






























BAB 3
METODE PENELITIAN



Alat dan Bahan
Bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah Daun Belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi Linn) : Digunakan sebagai bahan perlakuan, dan aquades : Digunakan untuk menetralkan pH dan pelarut dalam ekstraksi. Alat yang digunakan pada penelitian ini adalah:
·         disk mill, microwave,
·         pH meter,
·          timbangan digital,
·         ayakan 60 (mesh),
·         plastik klip,
·         gelas ukur tabung erlenmeyer oven,
·         spatula,
·          kertas saring rotary vacuum
·          dan sentrifuse,
·          

Metode penelitian yang digunakan untuk analisa pengaruh Metode Microwave Assisted Extraction (MAE) terhadap kadar fenol yang terekstrak dari daun belimbing wuluhini adalah dengan pengulangan masing-masing sebanyak tiga kali. Metode rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini ialah menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 perlakuan yaitu Daya Microwave (D)
yang terdiri atas 3 level (20% (140 W), 40% (280 W), 60%(420 W)) dan rasio bahan : pelarut (P)
yang terdiri atas 3 level (250, 350, 450 ml). Kombinasi dari kedua perlakuan tersebut ditampilkan pada
Tabel 1. Diagram alir perlakuan dapat dilihat pada gambar 1 dan 2.
Tabel 1. Kombinasi Kedua Perlakuan
D1 (20%) D2 (40%) D3 (60%)
P1 (bahan : Pelarut 1:250 ml) P1D1 P1D2 P1D3
P2 (bahan : Pelarut 1:350 ml) P2D1 P2D2 P2D3
P3 (bahan : Pelarut 1:450 ml) P3D1 P3D2 P3D3

Metode ini menggunakan metode eksperimen memperoleh data pada penelitian
pembuatan pengawet ikan nila menggunakan ekstrak buah belimbing wuluh. Parameter
yang digunakan penelitian ini adalah Kandungan protein dan Vanalisis Organoleptik
meliputi aroma, tekstur dan warna. Analisis data yang digunakan analisis kuantitatif analisis
uji varian dua jalan taraf signifikan < 0,05. Rancangan percobaan pada penelitian ini
menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor. Adapun rancanagan
percobaan pembuatan pengawet ikan nila menggunakan ekstrak buah belimbing wuluh
dapat dilihal pada tabel 1:
Ekstrak buah belimbing wuluh
Lama perendaman
P0 P1 P2 P3
W0 W0P0 W0P1 W0P2 W0P3
W1 W1P0 W1P1 W1P2 W1P3
W2 W2P0 W2P1 W2P2 W2P3
W3 W3P0 W3P1 W3P2 W3P3
3
Keterangan
W0P0= tanpa ekstrak buah belimbing wuluh dan tanpa perendaman
W0P1= tanpa ekstrak buah belimbing wuluh dan lama perendaman 30 menit
W0P2= tanpa ekstrak buah belimbing wuluh dan lama perendaman 60 menit
W0P3= tanpa ekstrak buah belimbing wuluh dan lama perendaman 90 menit
W1P0= ekstrak buah belimbing wuluh 100 ml dan tanpa perendaman
W1P1= ekstrak buah belimbing wuluh 100 ml dan lama perendaman 30 menit
W1P2= ektrak buah belimbing wuluh 100 ml dan lama perendaman 60 menit
W1P3= ekstrak buah belimbing wuluh 100 ml dan lama perendaman 90 menit
W2P0= ekstrak buah belimbing wuluh 200 ml dan tanpa perendaman
W2P1= ekstrak buah belimbing wuluh 200 ml dan lama perendaman 30 menit
W2P2= ekstrak buah belimbing wuluh 200 ml dan lama perendaman 60 menit
W2P3= ekstrak buah belimbing wuluh 200 ml dan lama perendaman 90 menit
W3P0= ekstrak buah belimbing wuluh 300 ml dan tanpa perendaman
W3P1= ekstrak buah belimbing wuluh 300 ml dan lama perendaman 30 menit
W3P2= ekstrak buah belimbing wuluh 300 ml dan lama perendaman 60 menit
W3P3= ekstrak buah belimbing wuluh 300 ml dan lama perendamana 90 menit

Tidak ada komentar:

Posting Komentar